Pencarian

Forkopimda Nunukan Gelar Rapat Bahas Akun Palsu Provokatif, Bupati Bacakan 5 Poin Kesepakatan Jaga Kerukunan

Rabu, 05 Agustus 2026 • 23:17:31 WIB
Forkopimda Nunukan Gelar Rapat Bahas Akun Palsu Provokatif, Bupati Bacakan 5 Poin Kesepakatan Jaga Kerukunan
Rapat Forkopimda Kabupaten Nunukan membahas langkah konkret menjaga kerukunan pasca beredarnya unggahan provokatif dari akun palsu di media sosial, Rabu (5/8/2026).

NUNUKAN — Beredarnya unggahan di media sosial yang menyerang identitas suku tertentu di Kabupaten Nunukan mendapat respons cepat dari pemerintah daerah. Alih-alih membiarkan persoalan meluas, seluruh unsur masyarakat justru dikumpulkan dalam satu meja untuk mencari jalan keluar.

Rapat yang digelar di ruang pertemuan Kantor Pemerintah Kabupaten Nunukan, Rabu (5/8/2026), dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Mereka duduk bersama membahas langkah konkret menjaga kedamaian di tengah derasnya arus informasi.

Akun Palsu Diduga Jadi Sumber Konten Provokatif

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa akun media sosial yang menjadi perhatian diduga merupakan akun palsu (fake account). Konten yang disebarkan dinilai provokatif karena menyerang identitas suku tertentu dan berpotensi mengganggu kondusivitas yang selama ini terjaga.

Menyikapi hal itu, seluruh peserta rapat sepakat mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar. Warga diminta membiasakan verifikasi terhadap setiap informasi serta tidak ikut menyebarluaskan konten yang dapat memicu konflik.

Lima Poin Kesepakatan dan Dukungan untuk Polres Nunukan

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE membacakan lima poin kesepakatan yang menjadi komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan persatuan di Kabupaten Nunukan. Poin-poin tersebut lahir dari musyawarah seluruh unsur yang hadir.

“Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh warga Kabupaten Nunukan,” ujar Irwan di hadapan peserta rapat.

Rapat juga memberikan dukungan penuh kepada Polres Nunukan untuk melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap akun tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Para tokoh yang hadir menyatakan dukungan terhadap langkah aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Nunukan Dibangun di Atas Keberagaman

Lebih dari sekadar membahas sebuah unggahan, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa Nunukan dibangun di atas keberagaman. Berbagai suku, agama, dan budaya telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun dalam semangat saling menghormati.

“Boleh berbeda suku, budaya, maupun keyakinan, tetapi kita tetap satu masyarakat Nunukan. Persatuan harus menjadi kekuatan kita menghadapi setiap persoalan,” tutur Irwan.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif. Ia berharap warga lebih bijak menggunakan media sosial serta tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang sengaja ingin memecah belah kebersamaan melalui akun-akun anonim.

Pesan yang lahir dari pertemuan tersebut sederhana namun kuat: kedamaian tidak hadir dengan sendirinya. Ia lahir dari kemauan semua pihak untuk saling mendengar, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga rumah besar bernama Kabupaten Nunukan.

Follow www.infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: juwata.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks