NUNUKAN — Ribuan pelajar dan masyarakat memadati Lapangan Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, saat Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang membuka Kirab Kebangsaan, Kamis (6/8). Pembentangan bendera sepanjang 81 meter itu bukan sekadar seremoni, melainkan simbol keteguhan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari beranda terdepan.
Zainal menyebut Pulau Sebatik mengajarkan bahwa perbatasan bukanlah garis pemisah. Menurut dia, kawasan ini adalah beranda depan Indonesia yang harus dijaga semangat kebangsaan dan cinta tanah airnya.
"Pulau Sebatik mengajarkan bahwa perbatasan bukanlah garis pemisah, melainkan beranda depan Indonesia. Dari sinilah semangat kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air terus kita teguhkan," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltara.
GERMAS RANA Diluncurkan untuk Lindungi Anak dari Kekerasan Digital
Di tengah kemeriahan kirab, gubernur juga meluncurkan GERMAS RANA. Program ini dirancang untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan penyalahgunaan teknologi digital.
Zainal menegaskan tantangan generasi saat ini tidak hanya soal pembangunan fisik. Perkembangan teknologi digital yang pesat dinilai menjadi ancaman baru bagi karakter dan akhlak anak-anak di daerah perbatasan.
"GERMAS RANA menjadi upaya bersama untuk menghadirkan ruang belajar yang aman sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," kata Zainal.
Sekolah dan Ponpes Jadi Garda Depan Pembentukan Karakter
Gubernur menekankan peran strategis sekolah, madrasah, dan pondok pesantren dalam gerakan ini. Lembaga pendidikan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga membentuk karakter, akhlak mulia, serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara akan memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, kementerian dan lembaga, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat. Tujuannya agar GERMAS RANA berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya seremonial belaka.
Apresiasi untuk Kolaborasi Lintas Instansi
Zainal memberikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kaltara, Pemerintah Kabupaten Nunukan, panitia, serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Pemilihan Pulau Sebatik dinilai memiliki makna strategis karena kawasan ini merupakan wajah terdepan Indonesia.
Turut hadir dalam acara itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, jajaran Kanwil Kementerian Agama Kaltara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan pelajar di Pulau Sebatik.
"Semoga kegiatan ini semakin memperkokoh semangat kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta menjadi ikhtiar bersama mewujudkan lingkungan yang aman dan membahagiakan bagi anak Indonesia," pungkasnya.