KALIMANTAN UTARA - Geliat investasi di sektor perikanan Kalimantan Utara terus menunjukkan tren positif, sejalan dengan keseriusan pemerintah daerah menggarap potensi kelautan dan perikanan di wilayahnya.
Ketersediaan infrastruktur pendukung, kemudahan izin usaha, serta potensi sumber daya alam yang masih jauh dari kata optimal membuat peluang di sektor ini kian terbuka bagi para pemodal.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus menyusun berbagai langkah strategis demi menarik minat investor, baik dari domestik maupun luar negeri.
Salah satu bentuk keseriusan itu ditunjukkan lewat forum Economic Diplomatic Breakfast yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Jakarta, Februari 2025 lalu.
Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang dalam forum tersebut memaparkan sejumlah sektor unggulan yang punya prospek besar untuk terus dikembangkan.
Perikanan dan industri manufaktur berbasis hasil laut menjadi dua sektor yang paling ditonjolkan dalam kesempatan itu.
Arah kebijakan ini selaras dengan target pemerintah daerah mendongkrak nilai tambah komoditas lokal lewat hilirisasi, sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi Kaltara.
Modal Alam Kaltara di Sektor Kelautan
Kalimantan Utara termasuk daerah dengan kekayaan sumber daya kelautan terbesar di Indonesia.
Garis pantainya membentang sekitar 3.557,65 kilometer, dengan luas wilayah perairan mencapai 776.845,39 hektare, modal alam yang sangat besar untuk menopang pertumbuhan industri perikanan setempat.
Luasnya kawasan pesisir membuka peluang berkembangnya berbagai jenis usaha, dari perikanan tangkap, budidaya tambak, hingga industri pengolahan hasil laut.
Faktor geografis ini pula yang menjadikan perikanan sebagai motor ekonomi baru di ujung utara Pulau Kalimantan.
Terlebih, letak Kaltara yang bersisian langsung dengan Malaysia memberi nilai tambah dari sisi kemudahan logistik dan akses perdagangan lintas negara.
Produk perikanan Kaltara pun punya peluang lebih besar menembus pasar ekspor karena jarak distribusinya cenderung lebih efisien dibanding wilayah lain di Tanah Air.
Kepiting Bakau Rajai Pasar Ekspor
Salah satu komoditas yang sudah terbukti bersaing di pasar dunia adalah kepiting bakau, yang kini menjadi salah satu produk andalan ekspor Kalimantan Utara.
Pencapaian ini menegaskan bahwa kualitas hasil budidaya maupun tangkapan nelayan Kaltara telah memenuhi standar pasar global.
Nilai ekonominya yang tinggi membuat permintaan kepiting bakau terus tumbuh, terutama dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Kondisi ini membuka ruang bagi investor untuk menggarap sektor-sektor pendukung, mulai dari pembenihan, budidaya modern, pengolahan hasil laut, cold storage, sampai distribusi ekspor.
Tren Positif Produksi Rumput Laut
Rumput laut jadi komoditas lain yang tak kalah menjanjikan.
Mengutip data pemerintah daerah, produksi rumput laut Kaltara pada 2022 tercatat mencapai sekitar 80 ribu ton per tahun, naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 67 ribu ton.
Kenaikan ini menggambarkan besarnya potensi pengembangan budidaya rumput laut di wilayah ini.
Selain sebagai bahan pangan, rumput laut juga jadi bahan baku penting untuk industri kosmetik, farmasi, dan produk kesehatan.
Nilai jualnya bisa lebih tinggi apabila hasil panen tak hanya dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk turunan dengan teknologi yang lebih modern.
Peluang semacam ini membuka jalan besar bagi investasi di sektor manufaktur berbasis hasil perikanan.
Daya Saing Tinggi Udang Windu Organik
Kaltara juga dikenal sebagai penghasil udang windu organik, komoditas dengan nilai jual lebih tinggi berkat pendekatan budidaya yang lebih ramah lingkungan.
Produksi udang windu hasil tangkap di seluruh Kalimantan Utara mencapai sekitar 4 ribu ton tiap tahunnya.
Sedangkan sektor tambak ditopang lahan seluas 77 ribu hektare dengan total produksi berkisar 7,5 ribu sampai 9 ribu ton per tahun.
Besarnya kapasitas produksi ini menunjukkan masih terbuka ruang luas untuk mendongkrak produktivitas lewat teknologi budidaya, efisiensi pakan, sistem monitoring kualitas air, hingga fasilitas pengolahan pascapanen.
Bandeng Tarakan Topang Ekonomi Warga Pesisir
Di luar kepiting, udang, dan rumput laut, ikan bandeng juga jadi komoditas penting bagi Kalimantan Utara.
Kota Tarakan dikenal sebagai salah satu sentra produksi bandeng terbesar dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per bulan dari para petambak lokal.
Stabilnya produksi ini memberi kepastian pasokan bahan baku bagi industri pengolahan ikan di sekitarnya.
Situasi ini jadi peluang menarik bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan produk olahan seperti bandeng tanpa duri, ikan beku, fillet, hingga makanan siap konsumsi.
Seiring meningkatnya permintaan produk olahan perikanan, keberadaan industri pengolahan di dekat sentra produksi akan menekan biaya distribusi sekaligus mengerek nilai tambah komoditas lokal.
Sokongan Pemerintah Perkuat Iklim Investasi
Faktor penting lain yang membuat sektor perikanan Kaltara makin diminati adalah dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Pemprov Kalimantan Utara menegaskan kesiapannya memfasilitasi investor lewat penyederhanaan proses perizinan serta penyediaan lahan bagi kawasan industri.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif di daerah.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah telah menyiapkan kawasan seluas sekitar 43 hektare di Kota Tarakan untuk industri perikanan.
Lokasi tersebut dipilih karena kedalaman lautnya memadai untuk mendukung pembangunan pelabuhan ekspor.
Kehadiran pelabuhan ekspor nantinya bakal mempercepat distribusi produk perikanan ke pasar internasional, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan daya saing produk kian meningkat.
Hilirisasi Sebagai Kunci Nilai Tambah Produk
Selama ini mayoritas hasil perikanan Indonesia masih dijual dalam bentuk bahan mentah, padahal keuntungan terbesar justru berasal dari proses pengolahan menjadi produk bernilai tambah.
Oleh sebab itu, strategi hilirisasi menjadi langkah yang sangat relevan diterapkan di Kalimantan Utara.
Industri pengalengan ikan, pembekuan hasil laut, pengemasan modern, produksi makanan olahan, sampai industri berbasis biomaterial dari rumput laut berpotensi mendatangkan nilai ekonomi jauh lebih besar.
Di samping mendongkrak pendapatan daerah, hilirisasi juga membuka lapangan kerja baru di berbagai bidang, mulai dari produksi, logistik, pemasaran, hingga riset dan pengembangan.
Pembangunan Infrastruktur yang Terus Berjalan
Kemajuan investasi tak hanya bergantung pada potensi sumber daya alam, tapi juga kesiapan infrastruktur pendukungnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara turut menawarkan sejumlah proyek strategis yang saling menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satunya pembangunan jalan tol dari Tanjung Selor menuju Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning.
Selain itu ada pengembangan hilirisasi Crude Palm Oil (CPO), kawasan food estate Delta Kayan, serta pembangunan rumah sakit tipe B di Tanjung Selor.
Deretan proyek ini diharapkan membentuk ekosistem investasi yang lebih solid, sebab sektor perikanan tak berjalan sendirian, melainkan terhubung dengan infrastruktur transportasi, industri, kesehatan, dan logistik daerah.
Menakar Prospek Investasi Jangka Panjang
Kebutuhan dunia terhadap produk perikanan diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi global dan naiknya konsumsi protein hewani.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia punya peluang besar menjadi salah satu pemasok utama komoditas hasil laut dunia.
Dalam konteks tersebut, Kalimantan Utara berada di posisi yang strategis karena masih memiliki ruang pengembangan luas dibanding daerah lain yang lebih dulu maju di sektor ini.
Perpaduan kekayaan sumber daya alam, dukungan pemerintah, lokasi strategis, dan potensi ekspor menjadi modal besar yang memberi prospek positif bagi investor dalam jangka panjang.
Penerapan teknologi budidaya modern, digitalisasi rantai pasok, sertifikasi mutu, hingga prinsip keberlanjutan akan jadi faktor penentu daya saing produk Kaltara di pasar global.
Tanya Jawab Seputar Investasi Perikanan Kaltara
Apa saja komoditas unggulan sektor perikanan Kalimantan Utara?
Komoditas unggulannya antara lain kepiting bakau, udang windu, rumput laut, dan ikan bandeng, beberapa di antaranya sudah menembus pasar ekspor dan menjadi penopang penting perekonomian daerah.
Apa yang membuat Kalimantan Utara menarik bagi investor perikanan?
Faktor pendukungnya antara lain garis pantai yang panjang, wilayah perairan luas, kekayaan sumber daya perikanan, serta dukungan pemerintah lewat kemudahan izin usaha dan penyediaan kawasan industri perikanan.
Di mana kawasan industri perikanan yang disiapkan pemerintah berada?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah menyiapkan kawasan seluas sekitar 43 hektare di Kota Tarakan, dipilih karena kedalaman lautnya mendukung pembangunan pelabuhan ekspor.
Bagaimana peluang ekspor hasil perikanan Kalimantan Utara ke depan?
Peluangnya terbilang cerah, mengingat komoditas seperti kepiting bakau sudah menembus pasar internasional, ditambah posisi Kaltara yang berbatasan dengan Malaysia turut memudahkan jalur distribusi dan perdagangan.
Peluang usaha apa saja yang bisa digarap di sektor perikanan Kaltara?
Peluangnya meliputi budidaya perikanan, industri pengolahan hasil laut, cold storage, logistik rantai dingin, pembenihan, pabrik pakan, hingga industri hilirisasi berbasis rumput laut dan komoditas perikanan lainnya.