KALIMANTAN UTARA — Peningkatan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara itu seiring dengan penguatan koordinasi lintas sektor yang dilakukan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, memaparkan kesiapan penyelenggaraan mulai dari pengelolaan kawasan, akses mobilitas pengunjung, hingga aktivasi area sirkuit.
Penyelenggaraan MotoGP Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata. Troy menegaskan, ajang ini menghasilkan multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp 4,96 triliun dan berkontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah.
"Penguatan koordinasi dilakukan seiring semakin besarnya skala penyelenggaraan MotoGP Indonesia dari tahun ke tahun," kata Troy dalam keterangan resminya.
Dampak langsung ajang ini terhadap masyarakat Lombok sangat terasa. MotoGP 2025 menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal NTB, dengan sekitar 67 persen berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.
Selain itu, sebanyak 202 UMKM kuliner dan kerajinan serta lebih dari 600 UMKM lainnya beraktivitas di sekitar kawasan sirkuit dan Kuta Mandalika. Angka ini menunjukkan bahwa event internasional ini menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Pulau Lombok.
Lonjakan pengunjung diprediksi membludak pada pekan balapan. Pada penyelenggaraan sebelumnya, tingkat hunian hotel mencapai 100 persen di kawasan The Mandalika dan rata-rata 90 persen di Kota Mataram.
Untuk mengakomodasi mobilitas wisatawan, sebanyak 44 penerbangan ekstra menuju Nusa Tenggara Barat telah disiapkan. Persiapan ini menjadi kunci agar arus kedatangan penonton dari berbagai daerah maupun mancanegara tetap lancar selama tiga hari gelaran berlangsung.