Bingers Hadir Menggantikan TV Time, Aplikasi Lacak Film yang Bawa Kembali Fitur Sosial dan Impor Riwayat Menonton

Penulis: Lendra Saputra  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:10:31 WIB
Aplikasi pelacak film dan serial TV, Bingers, resmi dirilis sebagai pengganti TV Time dengan fitur impor riwayat menonton.

KALIMANTAN UTARA — Bingers, aplikasi pelacak serial TV dan film besutan salah satu pendiri TV Time, Antonio Pinto, resmi dirilis. Kehadirannya menyasar pengguna setia TV Time yang kehilangan ruang diskusi setelah aplikasi lamanya ditutup oleh pemilik barunya, Whip Media, pada pertengahan Juli 2026.

Penutupan TV Time sempat memicu reaksi keras dari komunitasnya. Lebih dari 28.000 pengguna menandatangani petisi agar Whip Media membatalkan rencana tersebut, termasuk menawarkan opsi donasi atau berlangganan. Namun, aplikasi yang tercatat telah diunduh lebih dari 26,4 juta kali itu tetap dihentikan karena fokus perusahaan beralih ke pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Fitur Andalan: Ruang Diskusi dan Impor Data

Berbeda dari aplikasi pelacak biasa yang hanya berfungsi sebagai katalog, Bingers mengedepankan aspek komunitas. Pengguna bisa membuat profil, memberikan komentar pada judul tertentu, mengunggah foto atau GIF, hingga memberikan rating untuk tiap episode. Ada juga fitur voting karakter favorit yang interaktif.

“Saya percaya TV Time adalah berlian yang kehilangan arah. Saya tercengang melihat komunitasnya tetap aktif dan besar meski aplikasi bertahun-tahun tidak dirawat dan tanpa pembaruan. Bagi saya, itu tanda bahwa TV Time punya sesuatu yang unik yang tidak dimiliki platform sosial lain,” ujar Pinto kepada TechCrunch.

Salah satu nilai jual utama Bingers adalah dukungan impor data. Pengguna TV Time yang sempat mengekspor arsip datanya melalui fitur ekspor sesuai regulasi GDPR sebelum aplikasi dihapus pada 15 Juli 2026 bisa mengunggah kembali data tersebut ke Bingers.

Mengapa Data Tersimpan di Ponsel?

Pinto merancang Bingers dengan arsitektur berbeda untuk menekan biaya operasional. Beban pemrosesan berat seperti kalender tontonan dan daftar tontonan (watchlist) akan diproses langsung di perangkat pengguna, bukan di server perusahaan. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah finansial yang disebut menjadi salah satu penyebab TV Time tutup.

Soal monetisasi, Bingers tahap awal akan mengandalkan kontribusi sukarela dari pengguna untuk membantu biaya server. Pinto belum membuka detail model bisnis jangka panjang, namun ia menyiratkan adanya rencana yang menghubungkan pengguna secara tatap muka di dunia nyata.

Posisi di Pasar Aplikasi Pelacak

Bingers hadir dengan tiga fungsi utama: melacak tontonan, menemukan rekomendasi baru, dan jejaring sosial. Pendekatan ini membedakannya dari kompetitor seperti Trakt atau Serializd yang lebih fokus pada fungsi katalog dan statistik pribadi.

Bagi pengguna di Indonesia yang selama ini memanfaatkan TV Time untuk berdiskusi soal episode terbaru serial Barat atau drakor, Bingers bisa menjadi alternatif paling dekat. Namun, perlu dicatat bahwa aplikasi ini masih baru dan ketersediaannya di toko aplikasi regional perlu dicek secara berkala.

Bingers paling cocok untuk mereka yang menganggap aktivitas menonton bukan sekadar konsumsi pasif, melainkan ajang berbagi opini dan terhubung dengan penggemar lain. Jika kamu termasuk tipe penonton yang suka membaca teori penggemar setelah episode rilis, aplikasi ini layak dicoba.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top