KALIMANTAN UTARA — Memperingati dua tahun operasinya bulan lalu, kereta ini menjadi bukti bahwa transportasi ramah lingkungan bisa berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah dan pemberdayaan ekonomi lokal. Sepanjang rute yang telah digunakan sebagai koridor perdagangan dan migrasi selama lebih dari 10.000 tahun, kereta ini kini membawa penumpang tanpa suara bising maupun emisi karbon.
Tren Solar de la Quebrada mampu mengangkut hingga 388 penumpang dengan 72 kursi tersedia. Sumber tenaganya berasal dari paket baterai lithium-ion 352 kWh yang dikombinasikan dengan sistem pengereman regeneratif di jalur menurun.
Kapasitas tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menuntaskan perjalanan pulang-pergi sejauh 52 mil atau sekitar 84 km dalam sekali pengisian daya. Jika sewaktu-waktu membutuhkan tambahan energi, enam stasiun yang dilintasi telah dilengkapi pengisi daya bergaya EV charger.
Listrik yang mengalir ke stasiun pengisian bersumber dari pembangkit surya dedicated berkapasitas 6 MW yang didukung penyimpanan baterai statis. Artinya, seluruh sistem transportasi ini beroperasi tanpa pembakaran bahan bakar sama sekali.
Yang menarik dari proyek ini bukan hanya teknologi ramah lingkungannya. Berdasarkan keterangan resmi operator, sepertiga dari total 90.000 penumpang yang diangkut selama dua tahun terakhir merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.
"Salah satu karakteristik utama proyek ini adalah dampak sosialnya," tulis pernyataan resmi di situs kereta. "Sekitar 1 dari 3 penumpang mengakses pengalaman ini melalui inisiatif yang bertujuan mendekatkan kereta kepada komunitas."
Program ini memastikan warga sekitar, termasuk pelajar dan komunitas kurang mampu, tetap bisa menikmati layanan kereta yang menghubungkan kota-kota kecil di sepanjang ngarai. Kehadiran kereta ini ikut menggerakkan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit diakses.
Fase pertama proyek Tren Solar de la Quebrada saat ini melayani segmen Volcán sampai Tilcara. Namun visi jangka panjangnya jauh lebih ambisius.
Rencana pengembangan mencakup perpanjangan jalur ke utara menuju Humahuaca dan pada akhirnya mencapai La Quiaca yang berada di dekat perbatasan Bolivia. Hingga saat ini belum ada jadwal pasti kapan perluasan tersebut akan direalisasikan.
Quebrada de Humahuaca sendiri diakui UNESCO pada 2003 karena signifikansi budayanya sebagai jalur perdagangan yang menghubungkan dataran tinggi Andes dengan dataran rendah sejak zaman prasejarah. Kini, jalur kuno tersebut mendapat wajah baru berupa transportasi modern yang berkelanjutan.
Dengan kombinasi teknologi surya, pelestarian warisan budaya, dan program inklusi sosial, proyek ini menjadi contoh konkret bagaimana transportasi umum bisa menjadi katalis perubahan lingkungan sekaligus sosial di kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi.