Pencarian

Bahlil Klaim PLTS 100 GWp Hemat Subsidi Listrik Rp 73 Triliun

Rabu, 07 Oktober 2026 • 14:21:31 WIB
Bahlil Klaim PLTS 100 GWp Hemat Subsidi Listrik Rp 73 Triliun
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan proyeksi penghematan subsidi listrik hingga Rp 73 triliun per tahun dari program PLTS 100 GWp di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

KALIMANTAN UTARA — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pembangunan PLTS 100 GWp berpotensi menghemat subsidi listrik APBN hingga Rp 73 triliun. Program yang butuh investasi US$ 73 miliar ini ditargetkan rampung tiga tahun dan telah dimulai di 14 lokasi dengan kapasitas 5,3 GWp.

Bahlil menyampaikan proyeksi penghematan tersebut di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Ia menegaskan efisiensi baru bisa terwujud jika seluruh rangkaian pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt peak itu tuntas dibangun.

Angka penghematan itu bukan tanpa alasan. Pemerintah saat ini menanggung subsidi dan kompensasi listrik lebih dari Rp 200 triliun setiap tahun. Beban itu disebut Bahlil terlalu besar untuk terus dipikul APBN tanpa terobosan.

Beban Subsidi Listrik yang Menggunung

Menurut Bahlil, total subsidi dan kompensasi listrik yang dibayarkan pemerintah kini sudah melampaui Rp 200 triliun. Ia menilai angka itu sangat besar bagi anggaran negara.

"Karena total subsidi dan kompensasi untuk di listrik sekarang udah lebih dari 200 triliun, besar sekali APBN kita Bapak, Ibu semua. Besar sekali. Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini," ujar Bahlil.

Dari situ ia menyimpulkan, percepatan pembangunan PLTS menjadi salah satu jalan keluar. Jika seluruh proyek selesai, negara disebut bisa menghemat Rp 70 triliun hingga Rp 73 triliun per tahun dari pos subsidi listrik.

"Dan ini Insyaallah kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar Rp 70 sampai Rp 73 triliun," kata Bahlil.

Investasi US$ 73 Miliar dan 14 Lokasi Awal

Untuk merealisasikan target itu, program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar US$ 73 miliar. Pembangunan telah resmi dimulai di 14 PLTS yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas 5,3 GWp.

Sejumlah lokasi awal itu baru sebagian kecil dari total kapasitas yang dikejar. Pemerintah menargetkan seluruh megaproyek rampung dalam tiga tahun, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan program tersebut.

Instruksi Prabowo dan Keterlibatan PLN-Pertamina

Dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp yang dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2026), Prabowo menegaskan target waktu tiga tahun tidak bisa ditawar. Ia bahkan menanyakan langsung kesiapan Menteri ESDM di depan forum.

"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun. Menteri ESDM, bisa dalam 3 tahun?" ujar Prabowo. Bahlil menjawab singkat, "Siap!"

Prabowo juga meminta komitmen penuh dari CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk mengawal proyek ini tanpa keraguan.

Menurut Prabowo, pembangunan 100 GW PLTS merupakan langkah nyata agar Indonesia mandiri dan berdaulat di atas kaki sendiri. Ia meyakini proyek ini memperkuat ketahanan nasional.

"Kita buktikan lagi, ya. Nanti 3 tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti, ya!" jelas Prabowo.

Bagi rumah tangga dan pelaku usaha, penghematan subsidi listrik berpotensi memberi ruang fiskal lebih luas bagi pemerintah. Namun realisasinya bergantung pada kecepatan eksekusi lapangan dan kesiapan pendanaan dari investor, termasuk Danantara, dalam tiga tahun ke depan.

Follow www.infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks