Pencarian

Carlos Sainz Desak F1 Evaluasi Total Aturan Mesin Usai Kekacauan di Malaysia

Senin, 05 Oktober 2026 • 19:20:31 WIB
Carlos Sainz Desak F1 Evaluasi Total Aturan Mesin Usai Kekacauan di Malaysia
Pembalap Williams, Carlos Sainz, meminta Formula 1 mengevaluasi menyeluruh regulasi mesin usai kekacauan sesi start Grand Prix Malaysia.

KALIMANTAN UTARA — Formula 1 diminta melakukan evaluasi menyeluruh setelah glitch perangkat lunak yang belum pernah terjadi sebelumnya melumpuhkan sesi start Grand Prix Malaysia. Pembalap Williams, Carlos Sainz, menilai masalah ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan buah dari regulasi mesin yang terlalu rumit dan diputuskan lima tahun lalu.

Bug pada perangkat lunak peta mesin untuk kondisi hujan membuat sejumlah mobil kesulitan bergerak saat lap formasi sebelum balapan dimulai. Sesi start terpaksa dibatalkan, kode perangkat lunak baru diterbitkan, dan balapan baru bergulir sekitar satu setengah jam dari jadwal semula.

Insiden ini memicu reaksi keras dari Sainz yang juga menjabat sebagai direktur Grand Prix Drivers' Association (GPDA). Ia mempertanyakan arah pengembangan regulasi power unit yang dinilainya sudah salah sejak awal.

Kritik Sainz: Regulasi Terlalu Rumit dan Salah Arah

"Jelas regulasinya sangat rumit bagi pembalap, tim, power unit, dan pabrikan. Siapa yang memutuskan lima tahun lalu bahwa ini arah yang harus diambil?" ujar Sainz seperti dikutip dari pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa FIA dan F1 sebenarnya sudah berusaha maksimal dengan aturan yang ada. Namun menurutnya, keputusan yang diambil empat hingga lima tahun lalu tetap keliru dan harus menjadi pelajaran agar kesalahan serupa tidak terulang.

"Kami sebagai olahraga perlu belajar untuk tidak membuat kesalahan itu lagi," tambahnya.

FIA Buka Review Menyeluruh, Red Bull Soroti Kompleksitas

Otoritas balap FIA telah meluncurkan "full review" atas situasi tersebut. Masalah muncul karena minimnya sesi balapan di kondisi basah sepanjang tahun ini, sehingga kombinasi pemicu bug belum pernah terdeteksi sebelumnya.

Prinsipal Red Bull, Laurent Mekies, menyebut insiden ini sebagai pengingat bahwa kompleksitas sistem tidak boleh dibiarkan lepas kendali.

"Kami pasti akan berdiskusi dengan tim, FIA, dan F1 untuk melihat bagaimana melindungi diri dari situasi seperti ini ke depan," kata Mekies.

Beban Regulasi Mesin 50-50 dan Dampaknya pada Balapan

Kritik Sainz merujuk pada perdebatan lebih luas soal regulasi mesin baru tahun ini yang membagi kekuatan hampir 50-50 antara pembakaran internal dan tenaga listrik. Mesin ini menghasilkan sekitar 1.000 bhp saat penuh, tetapi hanya 540 bhp ketika baterai habis.

Kondisi tersebut membuat mobil kehabisan energi, perilaku kendaraan terasa kontra-intuitif, dan pengaruh keterampilan pembalap berkurang. Baterai juga terisi dan terdeplesi penuh beberapa kali dalam satu putaran.

  • Total tenaga listrik dikurangi dari 350kW (470bhp) menjadi 250kW (335bhp) saat hujan
  • Mobil melambat di ujung lintasan lurus untuk mengisi ulang baterai
  • Tikungan cepat dinetralkan karena difungsikan sebagai "stasiun pengisian"
  • Split energi akan berubah menjadi 60-40 ke arah pembakaran internal pada 2028

Keputusan split 50-50 diambil lima hingga enam tahun lalu, sementara tim sebenarnya sudah memperingatkan FIA soal potensi masalah ini sejak 2023. Namun pembahasan baru muncul menjelang musim ini bergulir.

Formula Baru Sedang Disiapkan

Sejumlah perubahan aturan sudah diterapkan tahun ini, termasuk penyesuaian jumlah energi yang boleh direkup berdasarkan karakter sirkuit. Tim dan bos F1 kini tengah merampungkan formula mesin baru yang memastikan power unit tidak pernah kehabisan energi.

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, awalnya mendorong penggunaan V8 naturally aspirated tanpa hybrid. Namun solusi yang paling mungkin saat ini adalah V8 turbo dengan tenaga listrik sekitar 15-25 persen yang difungsikan sebagai sistem push-to-pass sederhana.

Follow www.infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks