TARAKAN — Hiyatul menilai alat tangkap merupakan kebutuhan mendasar yang belum sepenuhnya terpenuhi. Ia menyoroti kondisi mesin kapal milik banyak nelayan yang sudah tua dan kerap rusak saat melaut.
Sebelumnya, Dinas Perikanan Kota Tarakan telah menyalurkan bantuan mesin kapal bagi nelayan. Bantuan sebanyak 40 unit itu terdiri dari 20 unit mesin diesel dan 20 unit mesin ketinting.
40 Mesin Kapal Hasil Serapan Pokir Legislator Gerindra
Bantuan mesin tersebut merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Hiyatul Rahman Cani. Realisasinya sempat melewati beberapa tenggang waktu pengajuan hingga akhirnya masuk dalam anggaran tahun 2026.
Hiyatul bersyukur Dinas Perikanan menyambut baik dan menyetujui usulan kelompok nelayan di wilayah Bone Indah, Pesisir Indah, Sinar Makassar, serta sejumlah wilayah pesisir lainnya. Setiap kelompok yang beranggotakan 10 orang mendapatkan pembagian satu orang satu mesin.
Mesin Baru Dinilai Dorong Nelayan Melaut Lebih Jauh
Menurut Hiyatul, mesin kapal merupakan komponen vital yang kedudukannya sama seperti kendaraan di darat. Tanpa mesin yang layak, nelayan tidak bisa pergi mencari nafkah.
Ia menilai banyak nelayan di Tarakan selama ini mengeluhkan kondisi mesin lama mereka yang sering macet di tengah jalan. Dengan adanya bantuan mesin baru, kendala transportasi saat melaut diharapkan tidak lagi terjadi.
"Kalau mesin mereka baru, nelayan pasti lebih berani pergi menangkap ikan atau udang di jarak yang lebih jauh dari Tarakan, sehingga hasil tangkapannya bisa jauh lebih banyak untuk menafkahi keluarga," ujar Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan itu.
Harapan Anggaran Tetap Meski APBD Menyusut
Ke depan, Hiyatul berharap Pemerintah Kota Tarakan tetap dapat menyisipkan alokasi anggaran khusus bagi nelayan. Harapan itu disampaikan meski kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami penyesuaian atau penyusutan.
"Harapannya anggaran tersebut diprioritaskan untuk pengadaan bantuan lanjutan, baik berupa mesin, jaring, maupun berbagai alat tangkap modern lainnya bagi para nelayan di Kota Tarakan," tegasnya.
Komitmen tersebut disampaikan Hiyatul pada Senin (5/10/26). Ia menyatakan akan terus mengawal pemenuhan kebutuhan nelayan demi mendongkrak hasil tangkapan mereka di laut.