Pencarian

Kaltara Catat Karhutla Terendah se-Kalimantan hingga Juli 2026, Pemprov Perkuat Deteksi Dini

Minggu, 04 Oktober 2026 • 11:46:01 WIB
Kaltara Catat Karhutla Terendah se-Kalimantan hingga Juli 2026, Pemprov Perkuat Deteksi Dini
Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Nur Laila membuka Forum Group Discussion Sinergitas Lintas Sektor Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR — Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Utara Nur Laila membuka Forum Group Discussion Sinergitas Lintas Sektor dalam Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Kaltara Tahun 2026. Forum yang diselenggarakan Aliansi Gema (Gerakan Masyarakat) Bulungan itu menghadirkan pemerintah daerah, Forkopimda, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat.

Meski Kaltara mencatat akumulasi luas karhutla terendah di Pulau Kalimantan hingga Juli 2026, Laila menilai kewaspadaan tidak boleh kendur. Ia menyampaikan arahan Gubernur Kaltara bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai elemen.

Mengapa Pencegahan Jadi Prioritas Utama

Dalam sambutannya, Laila menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

"Saya ingin menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus menjadi prioritas utama. Pencegahan dapat melalui deteksi dini hingga respons cepat ketika terjadi titik api," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran, seperti lahan gambut.

"Seluruh masyarakat di Kaltara dalam menjalankan kegiatan tetap harus mengedepankan aspek perlindungan lingkungan," imbuh Laila.

Pemetaan Persoalan hingga Pola Penanganan Terkoordinasi

Menurut Laila, pemetaan persoalan karhutla perlu dilakukan secara komprehensif untuk membangun pola penanganan yang mengedepankan pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, respons cepat, serta pemulihan secara terkoordinasi.

Pola itu dinilai penting agar setiap titik api yang muncul bisa ditangani sebelum meluas ke area gambut yang lebih sulit dipadamkan. Lahan gambut menjadi perhatian khusus karena karakteristiknya yang mudah terbakar dan sulit dipulihkan.

"Saya yakin, dengan sinergi lintas sektor yang kuat, komunikasi yang terbuka. Serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, kita mampu menjaga kelestarian hutan dan lahan Kaltara dari ancaman kebakaran," pungkasnya.

Masukan Lintas Unsur untuk Langkah Lapangan

Melalui forum tersebut, masukan dari berbagai unsur diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla yang dapat diterapkan di lapangan. Forum ini menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat sipil seperti Aliansi Gema Bulungan.

Kaltara tercatat sebagai provinsi dengan akumulasi luas karhutla terendah se-Kalimantan hingga Juli 2026. Capaian itu menjadi modal awal, tetapi Pemprov menilai penguatan sinergi tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Follow www.infobulungan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beraupost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks