NUNUKAN — Kunjungan rombongan Jabatan Kesihatan Negeri Sabah yang dipimpin Dr Abdul Marsudi Bin Manah menjadi momentum mempererat komunikasi antara jajaran kesehatan Nunukan, Kalimantan Utara, dan Sabah. Raden Iwan Kurniawan menyebut kerja sama ini penting karena malaria tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara.
Pertemuan berlangsung di Kantor Bupati Nunukan dengan agenda utama penguatan surveilans dan pengendalian malaria di kawasan perbatasan. Hadir pula Konsul RI Tawau Dino Nurwahyudin dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara Dr H Usman.
Mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, perdagangan, hingga perjalanan lintas batas menjadi faktor yang memungkinkan perpindahan kasus dari satu wilayah ke wilayah lain. Kalimantan Utara memiliki wilayah perbatasan darat dan laut yang berhubungan langsung dengan Malaysia, khususnya Sabah.
Raden Iwan mendorong adanya koordinasi berkelanjutan dalam surveilans, penemuan dan pengobatan kasus, pertukaran informasi, pengendalian vektor, hingga pencegahan penularan di wilayah berisiko.
"Kalimantan Utara memiliki wilayah perbatasan darat dan laut yang berhubungan langsung dengan Malaysia, khususnya Negeri Sabah. Kondisi ini memberikan tantangan tersendiri dalam pengendalian malaria, namun sekaligus menjadi peluang untuk membangun model kerja sama lintas negara yang lebih baik," ujarnya.
Raden Iwan menyampaikan penghargaan atas kunjungan delegasi Sabah. Menurutnya, pertemuan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Nunukan, Kalimantan Utara, dan Sabah.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, saya menyampaikan selamat datang dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada rombongan Jabatan Kesihatan Negeri Sabah," kata Raden Iwan.
Dr Abdul Marsudi Bin Manah menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemkab Nunukan. Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada satu pertemuan saja.
"Kami amat berbesar hati atas pelayanan yang cukup baik. Saya dan tim mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan dan pelayanan yang diberikan. Kalau ada kesilapan, kami mohon maaf," kata Abdul Marsudi.
Dia berharap hubungan dan kerja sama antara kedua wilayah terus dipererat, terutama di bidang kesehatan kawasan perbatasan.
Pemkab Nunukan berharap pertemuan ini menghasilkan kesepahaman serta rekomendasi konkret untuk memperkuat kerja sama lintas batas Kalimantan Utara-Sabah dalam pencegahan dan pengendalian malaria secara berkelanjutan.