BULUNGAN — Kepala BPS Kaltara Mustaqim menyebut ekspor Agustus 2026 saja mencapai US$340,87 juta. Angka itu menjadi salah satu faktor pendorong penguatan neraca perdagangan sepanjang delapan bulan pertama tahun ini.
Di sisi lain, nilai impor Kaltara justru menurun. Pada Agustus 2026, impor tercatat US$22,38 juta, sementara secara kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai US$256,67 juta. Angka tersebut turun 58,02 persen dibanding periode yang sama pada 2025 yang mencapai US$611,43 juta.
“Ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan Utara pada Agustus 2026 mencapai US$340,87 juta,” kata Mustaqim, Ahad (4/10/2026).
Menurutnya, peningkatan ekspor tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan neraca perdagangan Kaltara sepanjang delapan bulan pertama 2026. Nilai ekspor yang jauh lebih besar dibanding impor membuat posisi dagang Kaltara tetap kokoh.
Penurunan impor menjadi faktor kedua yang memperlebar surplus. Sepanjang Januari–Agustus 2026, impor Kaltara hanya US$256,67 juta, turun 58,02 persen dari US$611,43 juta pada periode yang sama 2025.
Pada Agustus 2026, impor tercatat US$22,38 juta. Angka itu jauh di bawah nilai ekspor bulan yang sama sebesar US$340,87 juta.
“Surplus tersebut mengalami kenaikan sebesar 272,64 persen jika dibandingkan dengan neraca perdagangan Januari–Agustus 2025 yang surplus sebesar US$313,27 juta,” ujar Mustaqim.
Dengan nilai ekspor yang meningkat dan impor yang menurun, surplus perdagangan Kaltara pada periode tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Neraca perdagangan Januari–Agustus 2026 tercatat surplus US$1.167,37 juta.
Capaian tersebut menunjukkan nilai ekspor Kaltara sepanjang Januari–Agustus 2026 jauh lebih besar dibandingkan nilai impornya.