Air Selokan Meluap di Jalan Gajah Mada Tarakan, Lalu Lintas Macet dan Aspal Berlubang

Penulis: Naufal Aditama  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:48:01 WIB
Pengendara melintasi genangan air selokan di Jalan Gajah Mada, Tarakan.

TARAKAN — Pantauan di pertigaan depan Hotel Segiri menunjukkan penumpukan kendaraan terjadi karena pengemudi roda empat memperlambat laju, sementara pengendara lain berusaha menghindari cipratan air. Lubang jalan yang tertutup genangan memperparah kondisi karena tidak kasat mata bagi pelintas.

Jalan Gajah Mada merupakan salah satu pusat perekonomian yang berjarak dekat dari pusat kota Tarakan. Jalur ini juga kerap dilalui wisatawan asing.

Keluhan Warga: Genangan Meluas Sejak Beberapa Bulan Terakhir

Salah seorang pengguna jalan, Togap Yusnan (55), mengeluhkan genangan air yang dibiarkan sehingga mempercepat kerusakan aspal. Menurut dia, limpahan air yang semula hanya sampai pinggir trotoar kini mengganggu pejalan kaki.

"Beberapa bulan lalu genangan air sebatas di pinggir trotoar, makin ke sini air selokan itu mulai mengganggu kami pejalan kaki. Jalanan jadi macet karena pengguna jalan menghindar dari cipratan air. Parahnya lagi lambat laun jalanan semakin berlubang besar," kata Togap saat ditemui di lokasi.

Togap menyayangkan kondisi tersebut terus dibiarkan, mengingat status Jalan Gajah Mada sebagai kawasan padat yang sering dilalui wisatawan asing.

"Saya kadang ngelus dada, ini daerah padat, masa iya tidak ada satupun pejabat yang risih melihat kondisi itu. Apalagi jalur tersebut sering digunakan wisatawan asing untuk lalu lalang. Saya harap pemerintah bertindak lah, ini bukan soal jalan saja, tapi wajah kota sendiri," tegasnya.

Kelurahan Sebut Ada Dugaan Limpahan dari Usaha dan Saluran Buntu

Lurah Karang Anyar Pantai, Nono Adiyatmoko, menyatakan pihak kelurahan akan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. Pihaknya pernah memberikan teguran sebelumnya dan berencana melakukan pengecekan ulang pada Sabtu besok.

"Rencana besok Sabtu saya datangi pemilik usaha yang informasinya limpahan air lari ke jalan, dan sekalian mengecek apakah memang drainasenya yang tertutup," ujar Nono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Ia menambahkan, jika masalah utama berada pada saluran yang buntu atau mengalami pendangkalan, pihak kelurahan akan menyurati dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota maupun Provinsi.

"Dugaan awal kami buangan atau limpahan dari salah satu usaha, tapi karena terjadi terus-menerus, diduga juga ada penyumbatan atau pendangkalan. Pesan bagi pengguna jalan, tentu saja lebih berhati-hati melintasi daerah tersebut sambil menunggu perbaikan dari pihak terkait," pungkasnya.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top